Hubungan antara Paritas Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini

Muliatul Jannah

Sari


Infeksi dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas merupakan penyebab kedua dari kematian ibu dan perinatal. Hampir 90% penyebab kematian ibu adalah komplikasi obstetrik yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Penyebab langsung kematian ibu diantaranya komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, yaitu perdarahan 60%, infeksi 25%, gestosis 10%, penyebab lain 5%. Infeksi tersebut sebagian besar disebabkan oleh ketuban pecah dini (65%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 60 ibu hamil yang pernah dirawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paritas ibu hamil di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang menunjukkan mayoritas responden pernah melahirkan 2-4 kali yaitu sebanyak 30 responden (50%), dan kejadian ketuban pecah dini mayoritas responden mengalami ketuban pecah dini yaitu sebanyak 37 responden (61,67%), nilai X2 hitung sebesar 12,919 dan p-value: 0,002. Dari hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan ibu hamil dengan paritas tinggi harus waspada resiko ketuban pecah dini. Sebaiknya mempertimbangkan jumlah anak dengan memperhatikan “4 T†yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat dan terlalu sering. Hal ini dapat dicegah dengan cara membatasi jumlah anak menggunakan metode kontrasepsi, sehingga bisa mengurangi resiko terjadinya komplikasi terutama ketuban pecah dini.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.